, ,

Ramai Narasi Isi BBM di SPBU Harus Nominal Ganjil agar Tak Dicurangi Petugas, Ini Kata Pertamina

oleh -212 Dilihat

Ilustrasi BBM, penyaluran BBM di SPBU. Isi BBM Pertamina lebih baik dengan nominal ganjil?

Belakangan ini warganet ramai membicarakan tips aneh saat mengisi bahan bakar di SPBU. Narasi yang beredar menyebutkan bahwa konsumen harus memilih nominal ganjil, misalnya Rp 50.001 atau Rp 100.001, agar tidak dicurangi oleh petugas. Kabar ini viral di media sosial dan menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan masyarakat.

Asal Usul Narasi Nominal Ganjil

Narasi tersebut berawal dari unggahan di media sosial yang mengklaim pengisian BBM dengan angka bulat memudahkan petugas melakukan kecurangan. Dengan memilih nominal ganjil, konsumen dianggap lebih aman karena hasil transaksi terlihat jelas dan sulit dimanipulasi.

Banyak warganet ikut membagikan klaim ini, sehingga menimbulkan keresahan. Beberapa bahkan menyebut praktik tersebut sudah lama terjadi dan merugikan konsumen.

Pertamina Angkat Bicara

Menanggapi isu yang viral ini, pihak Pertamina memberikan klarifikasi resmi. Pertamina menegaskan bahwa sistem pengisian bahan bakar di SPBU sudah terstandar dan terkalibrasi dengan ketat. Setiap dispenser BBM dilengkapi alat ukur yang telah disahkan Kementerian Perindustrian serta diawasi lembaga metrologi.

Pertamina juga memastikan bahwa petugas SPBU dilatih untuk melayani konsumen dengan transparan. Jika ada indikasi pelanggaran, masyarakat diminta segera melapor melalui layanan konsumen resmi Pertamina.

Fakta di Lapangan

Hasil pengecekan di sejumlah SPBU menunjukkan bahwa pengisian BBM tetap sesuai takaran, baik untuk nominal bulat maupun ganjil. Tidak ada bukti valid yang mendukung klaim bahwa memilih angka ganjil membuat konsumen lebih aman.

Ahli metrologi juga menyebutkan bahwa praktik pengisian BBM sudah diawasi secara rutin. Setiap alat ukur wajib lolos sertifikasi dan pengecekan berkala. Artinya, peluang kecurangan sistematis sangat kecil.

Edukasi untuk Konsumen

Pertamina mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu menyesatkan. Yang lebih penting adalah memastikan bukti transaksi diterima setelah pengisian. Struk elektronik maupun cetak menjadi jaminan transparansi dan keabsahan transaksi.

Selain itu, konsumen bisa memperhatikan layar digital dispenser BBM saat pengisian berlangsung. Angka yang ditampilkan adalah real-time, sehingga konsumen dapat mengawasi langsung jumlah liter dan nominal yang masuk ke tangki kendaraan.

Kesimpulan

Narasi tentang kewajiban mengisi BBM dengan nominal ganjil terbukti tidak berdasar. Pertamina sudah menegaskan bahwa sistem pengisian BBM aman dan transparan. Konsumen tidak perlu cemas, cukup waspada dan selalu meminta bukti transaksi untuk menghindari kerugian.


Pranala Luar

Kategori: Ekonomi, Energi, Fakta

Tag: Pertamina, SPBU, BBM, Fakta atau Hoaks, Konsumen

Dior