
Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah menghitung total kerugian yang dialami para pedagang akibat banjir yang melanda beberapa wilayah. Berdasarkan data sementara, sedikitnya 474 pedagang terdampak banjir besar yang terjadi pada awal pekan ini.
Proses Pendataan Kerugian
Koster menegaskan tim gabungan dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sudah turun ke lapangan untuk mendata kerugian. Mereka memverifikasi laporan pedagang terkait kerusakan barang dagangan, hilangnya aset usaha, hingga rusaknya kios dan lapak.
“Kami sedang menghitung nilai kerugian secara rinci agar bantuan bisa tepat sasaran,” ujar Koster dalam keterangannya.
Dampak Langsung bagi Pedagang
Banjir merendam sejumlah pasar tradisional dan sentra usaha mikro. Banyak pedagang kehilangan stok barang, mulai dari bahan pokok, peralatan rumah tangga, hingga pakaian. Sebagian besar pedagang mengaku belum bisa berjualan kembali karena kondisi kios masih rusak.
Seorang pedagang di Denpasar mengatakan, ia kehilangan barang dagangan senilai puluhan juta rupiah. “Air masuk cepat sekali, saya tidak sempat menyelamatkan apa-apa,” katanya.
Upaya Pemulihan
Pemerintah provinsi menyiapkan skema bantuan darurat berupa distribusi logistik dan perbaikan infrastruktur pasar. Selain itu, Koster menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk membuka akses bantuan tambahan bagi para pedagang yang terdampak paling parah.
Beberapa pasar sudah mulai dibersihkan agar aktivitas perdagangan bisa segera berjalan kembali. Namun, pemulihan penuh diperkirakan memerlukan waktu beberapa minggu.
Dukungan dari Berbagai Pihak
Selain bantuan dari pemerintah, sejumlah organisasi kemasyarakatan dan komunitas lokal ikut menggalang donasi. Mereka menyalurkan makanan siap saji, pakaian, dan peralatan kebersihan kepada pedagang yang kiosnya terendam.
Koster mengapresiasi solidaritas warga Bali dalam membantu sesama. “Gotong royong menjadi kekuatan kita untuk bangkit dari bencana ini,” ujarnya.
Harapan Pedagang
Pedagang berharap pemerintah bisa segera memberikan kepastian mengenai skema ganti rugi atau bantuan modal usaha. Banyak di antara mereka yang bergantung sepenuhnya pada pendapatan harian untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Dengan perhitungan kerugian yang lebih jelas, pemerintah daerah menargetkan bantuan bisa segera dicairkan agar para pedagang dapat kembali beraktivitas dan roda ekonomi lokal pulih secepatnya.

